BIN, Disdik dan Dinkes Bangkalan Gelar Vaksin Anak Cegah Penularan Omicron

0
468
Foto : Kegiatan Vaksinasi di SDN LangKap 1 Burneh

Suramadunews.com, BANGKALAN – Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Timur berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan menggelar vaksinasi massal untuk anak usia 6 sampai 11 tahun di beberapa sekolah wilayah Puskesmas Burneh dan Puskesmas Modung, Kamis (24/2/2022). Salah satunya di SDN Langkap 1, Kecamatan Burneh.

Sebelum disuntik vaksin, pihak sekolah memberikan selebaran terhadap 120 wali murid apakah anaknya boleh divaksin atau tidak. Kemudian pihak sekolah bersama petugas medis, TNI/Polri dan BIN melakukan sosialisasi terhadap wali murid tentang pentingnya vaksin bagi tubuh anak.

Sebab dengan vaksin salah satu cara bisa mencegah penyebaran varian baru Covid-19 yakni Omicron. Setelah sosialisasi, dilanjutkan dengan penyuntikan vaksin terhadap anak. Sebelum disuntik, petugas medis memeriksa kondisi kesehatan anak. Petugas juga menanyakan pada orang tua yang mendampingi, apakah anaknya punya riwayat penyakit atau tidak.

Jika anak tersebut dalam kondisi tidak sehat, maka ditunda untuk suntik vaksinnya. Namun jika kondisi anak sehat dan tidak mempunyai riwayat penyakit yang berbahaya langsung disuntik vaksin. Dari pantauan di lokasi, sebagian besar anak yang ikut vaksin tidak takut.

Para bocah SD ini tampak tenang saat petugas medis akan menyuntikan vaksin pada lengannya. Usai divaksin, siswa mendapatkan roti dari pihak sekolah. Setelah itu, mereka berfoto di depan backdrop bertuliskan Saya Sudah Vaksin. Serta memegang tulisan Saya Berani dan Saya Sudah Divaksin.

Kepala SDN Langkap 1, Rusdiyanto, menyatakan sebelum pelaksanaan vaksinasi pihaknya sudah memberikan selebaran persetujuan vaksin terhadap 120 orang tua siswa. Lalu disusul dengan sosialisasi pelaksanaan vaksin Covid-19 di sekolah.

“Mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi ini sampai 100 persen biar tatap muka penuh. Kalau semua tenaga pendidik sudah 100 persen (divaksin), tinggal siswanya mudah-mudahan 100 persen juga,” terang Rusdiyanto.

“Harapannya supaya pembelajaran tatap muka penuh 100 persen, tidak 50 persen. Dengan adanya vaksin ini agar anak-anak sehat semua, kan kalau sehat semua pembelajaran bisa lancar,” tukas Rusdiyanto. (Syaiful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here