Kebun Agro Edukasi Wisata Pertanian “Bang Jani” Segera Diresmikan

0
899
Foto : Ir. Puguh Santoso, Kepala Dinas Pertanian Dan Perternakan Kab. Bangkalan

Surmadunews.com, BANGKALAN – kebun yang diperuntukkan untuk wisata, edukasi pertanian di Kabupaten Bangkalan akan segera diresmikan. “Rencananya di bulan Maret 2021 ini akan kami launching,” ungkap Ir. Puguh Santoso, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangkalan (19/1/21).

Kebun yang berlokasi di Desa Langkap, Kec. Burneh, Kab. Bangkalan tersebut merupakan kebun binaan Dinas Pertanian. “Didalamnya para pengunjung akan disuguhkan beberapa varietas budidaya pertanian seperti bibit, lahan pertanian dan pupuk yang siap dijual,” jelas Puguh, sapaan akrab pria asal Kediri ini kepada suramadunews.com.

Selain itu, lanjutnya, di lahan itu para pengunjung juga bisa belajar bagaimana cara mengolah kompos dari sampah organik. “Cara tanam dari beberapa varietas tanaman pertanian hingga perawatan tanaman juga akan bisa disajikan di lahan yang dinamakan bang jani tersebut,’ urainya.

Bang Jani sendiri merupakan singkatan dari Bangun Bangkalan – Sejahterakan Petani.

Terobosan kebun agro edu wisata ini menurut Puguh merupakan rencana yang digagasnya sejak lama. “Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa Indonesia ini adalah negara agri-culture yang sebagian besar masyarakatnya hidup dari pertanian. Namun swasembada pangan masih jauh dari harapan. Kemandirian pangan menjadi hal yang sangat sulit dicapai,” tuturnya. Hal ini disebabkan oleh teknik dan pola tanam yang konvensional serta tidak update.

“Beberapa pola tanam dan teknik pertanian sekarang sudah jauh lebih maju,” kata Puguh. Semisal, lanjutnya, teknik menanam bibit atau benih padi saat ini bisa dengan menggunakan jaring. “Jadi bibit disebar secara random di atas jaring setelah diletakkan di lahan tanam. Selanjutnya jaring ditarik ke atas. Maka pola jaring sudah membentuk pola tanam yang efektif dan efisien. Bahkan menambah inkam para petani karena hasil panennya bisa meningkat sekitar 20% dari pola tanam konvensional,” pungkasnya. (Dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here