Warga Sampang Sukses Budidaya Bibit Anggur Import

0
678
Foto: Budidaya bibit anggur di Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang

Suramadunews.com, SAMPANG – Berkunjung di rumah Slamet dan Lukman tentu bakal kerasan. Di pekarangan atau sekeliling rumahnya ditanami beragam pohon anggur. Menyenangkan. Rumah di jalan Imam Ghozali, Kelurahan Gunung Sekar Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang itu, sederhana dan teduh.

Sekilas memang tak terlihat pohon anggur yang ia tanam di sekeliling rumahnya. Karena fokus pembibitan pohon anggur kualitas import

Lukman serius menjadi pembudidaya pohon anggur sejak awal tahun 2020 masa pandemi covid-19. Tertarik dengan pohon anggur karena hoby mengkoleksi tanaman pohon anggur, sehingga ia bersama saudaranya menekuni bisnis pembibitan anggur sampai mendatangkan dari beberapa negara seperti Ukraina dan India. Rabu (30/12/20)

Ketika terjun, Lukman terasa takjub. Ternyata, baru tahu bahwa cukup banyak varietas pohon anggur. Bentuk, rasa, warna buah anggur juga beragam. Bukan hanya berbentuk bulat dan hijau atau merah. Tetapi, juga ada berbentuk lonjong dengan warna-warna lain seperti merah muda atau hitam.

Tentu, ada keseruan tersendiri ketika budidaya pohon anggur. Lukman merasa di wilayah Sampang dan Madura, pohon anggur masih dianggap asing untuk ditanam. Padahal, kabupaten tetangga seperti Nganjuk, Blora, atau Tuban, sudah gencar budidaya pohon anggur.

Tak sedikit orang berpikiran bahwa pohon anggur itu pohon cocok di dataran tinggi. Padahal, pohon anggur sangat membutuhkan sinar matahari. Justru ketika musim hujan, pohon anggur rentan diserang jamur.

“Banyak yang bilang kalau pohon anggur bisa tumbuh di Sampang, tapi tidak bisa berbuah. Padahal, nyatanya bisa. Karena banyak orang kurang mempelajari karakteristik pohon anggur,” jelas Lukman Hingga sekarang masih terus belajar budidaya pohon anggur.

Kali pertama menanam varietas anggur isabela. Takut tak berkembang, Lukman pun terus belajar melalui internet dan konsultasi dengan banyak pembudidaya pohon anggur dari berbagai wilayah. Perlahan ia kembangkan menanam varietas pohon anggur impor bahkan saat ini dirinya sudah memiliki 25 varietas anggur mulai jenis Oscar, sugar crispy, arra 15, halowin, danaka, eferes, Julian, akademik, taldun, mondrop, dan lain-lain.

Hal senada juga dikatakan Slamet, membudidayakan 25 varietas anggur impor. Metode ia terapkan ialah grafting atau okulasi tangkai. Jadi, bisa meminimalisasi modal awal budidaya. Pohon utamanya varietas anggur lokal, lalu diokulasi dengan tangkai varietas anggur impor.

Hasil budidaya bibit-bibit pohon anggur tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 350 ribu per bibit tergantung jenis dan kualitas ternyata, banyak warga Sampang dan daerah lain mulai tertarik untuk membeli, sejak membudidayakan ini kami sudah melayani permintaan wilayah Madura hingga ke Malaysia”jelas Slamet.(Khol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here