Bangkalan Gelar Festival Pesisir Utara

0
822
Penampilan Sendra Tari Asal Muasal Nama Bangkalan oleh Sanggar Tarara

Suramadunwes.com, BANGKALAN – Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) digelar di Gedung Merdeka Bangkalan (13/11/20). Mewakili Kabupaten Bangkalan dalam ajang FKPU ini adalah Sanggar Tarara yang menampilkan sendratari “Asal Muasal Nama Bangkalan”.

Menurut Sudarsono, Pendiri dan Pengasuh Sanggar Tarara, sendratari ini harusnya dibawakan secara kolosal dengan 200 penari. “Namun karena terbentur pada aturan protokol kesehatan, maka kami bawakan dengan 9 penari dan 15 pengrawit/ sinden,” jelas Darso, sapaan akrabnya. Kenapa dipilih sendratari dengan tema nama Bangkalan ? “Sendratari dengan tema ini belum pernah dibuat atau digelar oleh sanggar manapun di Bangkalan. Maka dari itu tema ini kita pilih. Dan FKPU ini menjadi penampilan perdana kami membawakan sendratari asal muasal nama Bangkalan,” jawabnya panjang.

Hari Tunaryono, S.Ssos, MA, Kasi Pelestarian Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim menjelaskan bahwa kegiatan FKPU ini merupakan kegiatan reguler yang dilaksanakan secara bergiliran di 14 Kabupaten/ Kota pesisir utara se Provinsi Jatim. “Tahun depan Kabupaten Bangkalan akan menjadi tuan rumah FKPU,” jelas Hari yang ditemui di tengah pementasan sendratari sanggar Tarara di Gedung Merdeka Bangkalan (13/11/20).

“Sebenarnya tahun ini Kabupaten Bangkalan yang menjadi tuan rumah FKPU. Namun karena pandemi covid, semua kegiatan offline kita tunda tahun depan (2021). Sedangkan tahun ini (2020), kegiatan FKPU dilaksanakan di tiap Kabupaten/Kota pesisir utara secara daring (online),” urai Hari. “Selanjutnya setiap penampilan ke 14 Kabupaten/Kota pesisir utara ini akan ditayangkan secara streaming di channel youtube Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim mulai tanggal 17 – 19 November 2020,” jelasnya.

Setelah pagelaran seni tersebut, acara dilanjutkan dengan pameran seni dan budaya di Tresna Art Gallery Bangkalan.

“Kalau normalnya ada 4 kegiatan yang menjadi rangkaian acara FKPU ini. 1) Pertunjukan Kesenian, 2) Pameran Seni, 3) Pawai, dan 4) sarasehan,” ujar Hari. “Namun karena pandemi, rangkaian acaranya dipangkas hanya menjadi dua kegiatan saja yaitu pagelaran seni di masing-masing wilayahnya dan pameran seni,” katanya. “Dua kegiatan lainnya ditiadakan dengan pertimbangan protokol kesehatan karena akan melibatkan banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi klaster baru penyebaran covid,” pungkasnya. (Dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here