“Jangan Hanya Mengandalkan ADD/ DD, Tapi Harus Cari Terobosan dan Inovasi untuk Pembangunan Desa”

0
629
Kepala Desa Sabiyan Bangkalan

Suramadunews.com, Bangkalan, – pengalaman menjadi Staff Ahli DPR RI menjadikan Hairis Zaman, Kepala Desa Sabiyan, Kec. Bangkalan, Kab. Bangkalan, Jatim, tidak kesulitan dalam memimpin Desanya.

Terlebih untuk urusan yang bersifat administratif dan regulatif. “Kalau dijalankan dengan regulasi yang benar, maka tidak ada sesuatu yang sulit dalam mengelola Anggaran pembangunan desa,” cetusnya.

Sejak enam tahun yang lalu dia memimpin Desa Sabiyan, kemajuan pesat telah ditunjukkan di desa yang hanya berjarak 5 kilometer dari Bangkalan Kota ini. “Alhamdulillah, karena amanat masyarakat yang memilih saya karena dianggap sebagai orang yang amanah, maka saya harus menjadi seperti harapan mereka,” ujar Hairis, sapaan akrab pria berkacamata ini kepada suramadunews.com (29/10/20). Padahal, menurutnya, dirinya tidak pernah menganggapnya sebagai orang yang cukup amanah. “Namun saya berusaha sebisa mungkin untuk tetap amanah sebagai pemimpin,” tekadnya. “Karena ada satu hal yang belum saya capai dalam upaya pembangunan Desa Sabiyan ini, yaitu peningkatan ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Dalam masa pandemi seperti saat ini fokus pembangunan desa diprioritaskan pada strategi pembangunan padat karya dan UMKM.

Hal ini menurutnya penting, karena pembangunan fisik saja tidak akan cukup membantu masyarakat di tengah krisis akibat dampak pandemi ini. “Jadi bukan hanya ikan yang diberikan ke masyarakat, tapi pancing agar mereka bisa terus hidup,” gagasnya. “Bantuan yang sifatnya langsung atau charity akan habis dimakan dalam beberapa hari. Sementara bantuan yang sifatnya untuk kelangsungan mereka bekerja sangat diharapkan demi menjaga stabilitas pendapatan ekonomi masyarakat,” urai Hairis.

Lebih lanjut, Hairis mengatakan bahwa seorang Kepala Desa harus memiliki visi kedepan yang inovatif. Pengalaman dan jaringan yang dia miliki selama menjadi staff ahli DPR RI dia manfaatkan untuk pengembangan pembangunan Desanya. “Jadi kalau hanya mengandalkan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) itu tidak akan cukup,” jelasnya. “DD dan ADD ini platformnya sudah jelas dan ditentukan melalui Musyawarah Desa (Musdes). Sementara desa juga butuh inovasi lain di luar platform pembangunan yang sudah ditentukan dalam Rencana Jangkan Menengah Desa (RPJMDes),” ujarnya.

Oleh karenanya Hairis sudah menggagas rencana internet desa bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi. “Masyarakat akan mendapatkan internet murah dengan kecepatan tinggi. Insyaallah tidak ada sejengkal tanahpun di Desa Sabiyan yang tidak terjangkau oleh hotspot dari BTS yang akan didirikan di desa Sabiyan,” lanjutnya. Rencananya masyarakat hanya akan dikenakan tarif sebesar 20 ribu saja untuk berlangganan internet gratis yang dikelola Desa. “Keuntungan dari iuran masyarakat akan masuk ke kas Desa dan digunakan sebagai anggaran pembangunan desa,” jelasnya.

Selain ide inovatif tersebut, Hairis juga bercita-cita untuk membuka destinasi wisata baru di Desanya. “Rencananya saya akan membuat restoran perahu apung,” cetusnya. Saat ini, kami sudah membuat perahu contoh dengan bahan fiberglass dan dermaga dari bahan bambu, lanjutnya. Daerah Sabiyan yang sebagian wilayahnya terletak di bibir pantai, sangat memungkinkan untuk terwujudnya ide tersebut.

Disinggung tentang Balai Desa Sabiyan yang berasa ruko mewah tersebut, Hairis hanya tertawa. “Ya, sekarang ini model balai desa kan kayak gitu-gitu aja. Saya ingin model yang berbeda di tengah keterbatasan lahan,” jawabnya. “Dan pembangunan balai desa ini bukan dengan dana ADD lho,” lanjutnya. “Kami bangun selama 3 tahun dengan dana SILPA dari ADD. Butuh waktu yang cukup panjang,” jelasnya. Untungnya lahan Polindes (Poliklinik Desa) dan Balai Desa jadi satu. “Sehingga jalan paving dan tempat parkirnya, kita numpang fasilitas polindes,” pungkasnya terkekeh. (Dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here