Tarif Parkir Naik PAD Tidak Beranjak, IYC Pertanyakan Kontribusi Parkir

0
261

Suramadunews.com, Bangkalan – Indonesia Youth Congress (Musyawarah Pemuda Indonesia) melakukan audiensi dengan Komisi A terkait kontribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab. Bangkalan.

Hasbi Abdul Malik, S.Pd, Jubir IYC mengungkapkan bahwa kenaikan tarif parkir dari 1.000 rupiah menjadi 2.000 rupiah untuk kendaraan roda dua dan 3.000 rupiah untuk kendaraan roda empat tidak berbanding lurus dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab. Bangkalan. “Hingga bulan September 2020 ini PAD dari sektor parkir hanya berkisar 142 juta rupiah saja,” ungkap Hasbi usai audiensi kepada suramadunews.com. Besaran ini, lanjutnya, sama dengan PAD dari sektor ini (parkir red.) di tahun sebelumnya (2019 red.).

Kami menduga ada kebocoran pendapatan di sektor ini. “Pandemi covid jangan dijadikan alasan untuk berkelit dari peningkatan sektor ini. Karena kami sudah melakukan survey lapangan bahwa realitas di lapangan jumlah parkir yang ada tidak terlalu berpengaruh besar,” jelasnya.

Hasbi berharap jika memang kebocorannya dimanfaatkan untuk perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) mungkin masih lebih mending. “Ini kan sama sekali tidak ada pengaruhnya. PJU masih banyak yang mati dan tidak segera diperbaiki. Akibatnya timbul masalah-masalah kerawanan baru bagi pengendara kendaraan yang melintas,” cetusnya.

Disamping dua tuntutan di atas, IYC juga mempertanyakan tentang fungsi dan kegunaan halte-halte yang sudah dibangun di sepanjang jalan. “Jarang yang memanfaatkan halte tersebut. Terutama kendaraan angkot atau MPU (mobil penumpang umum) yang melayani dalam kota,” terang Hasbi.

Akibat tidak berfungsinya halte, maka banyak angkot atau MPU yang ngetem atau berhenti sembarangan di luar jalur penumpang yang sudah ditentukan. “Dan kami melihat Dinas Perhubungan tidak melakukan langkah antisipatif apapun terkait hal tersebut,” ujarnya.

H. Azis, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan yang menemui bersama seluruh jajarannya berjanji akan meneruskan persoalan ini ke Dinas terkait. “Kami akan memanggil Dishub dan Dispenda untuk dengar pendapat terkait persoalan-persoalan yang adik-adik tuntut,” pungkas Azis didepan para pengurus IYC. (Dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here